Sabtu, 25 Oktober 2014

Tentang Keadilan


Suatu pagi, saya memberi uang saku kepada adik saya. Kebetulan saya memiliki dua orang adik. Seorang adik perempuan kelas 6 SD dan seorang adik laki-laki kelas 3 SD. Saya memberikan uang saku dengan jumlah yang berbeda kepada mereka. Tentu saja adik perempuan saya mendapat jumlah uang saku yang lerbih banyak. Mengetahui hal ini, saat sepulang sekolah adik laki-laki saya protes kepada saya.

“Mas, kalo bagi uang yang adil donk! Masak uang sakuku lebih sedikit dari punyane kakak?”

Kemudian saya melemparkan sebuah pertanyaan kepadanya, “Menurutmu adil itu yang seperti apa?”

Dengan polosnya adik saya yang baru berusia 9 tahun itu menjawab, “Ya harus sama jumlahnya donk, Mas. Kalo kakak dapet sekian aku juga harus dapat jumlah yang sama juga.”

Dengan tersenyum saya meninggalkan dia. Sesaat kemudian saya menemui dia lagi dengan membawa dua buah gelas, literan, dan sebotol air. Kedua gelas itu memiliki ukuran berbeda. Yang pertama gelas besar dan yang kedua gelas kecil.

“Ok dik, sekarang aku minta, tolong masing-masing gelas kamu isi dengan air sebanyak 240 mL!”

Dengan sedikit pengarahan dari saya, dia mulai mengisikan air ke dalam literan hingga mencapai angka 240 mL dan menuangkannya ke dalam gelas besar. Pada gelas yang besar, air hampir memenuhi isi gelas. Namun, pada saat dia mengisi gelas yang kecil airnya tumpah.

Kemudian saya meminta dia untuk mengosongkan gelas-gelas tersebut. Dan sekarang saya memberi instruksi yang berbeda. “Sekarang isikan air ke dalam masing-masing gelas hingga penuh!”

Dia mulai menuangkan air ke dalam masing-masing gelas hingga penuh. Dan sekarang tidak ada air yang tumpah.

Sahabatku sekalian!

Satu pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita di atas : Keadilan itu bukan tergantung dari jumlahnya tetapi dari ukurannya.

Sering diantara kita mengeluh kepada Allah. “Ya Allah mengapa dia memiliki harta yang lebih banyak dari aku? Pada dia memiliki pekerjaan yang sama, ibadah kita juga sama. Bahkan terkadang aku lebih baik dari dia.”

Sadarkah kita bahwa Allah itu Maha Mengetahui? Dia tahu akan ukuran setiap hamba-Nya. Dia tidak akan memberikan sesuatu kepada hamba-Nya kecuali sesuai ukuran sang hamba.

So, jangan pernah berburuk sangka kepada Allah! Tetaplah berusaha dan mensyukuri apa yang diberikan Allah kepada kita! Janganlah mengeluh dan berputus asa! Tapi yakinlah Allah selalu memberi yang terbaik sesuai dengan ukuran hamba-Nya!

Jumat, 24 Oktober 2014

Nanti akan kita ceritakan

Sampai ketemu nanti ya, cuy!

Kamu. Aku udah relain kamu tau. Beneran. Aku udah ga sirik, kamu sama dia. Abis kamu juga bahagia banget. Berarti kamu memilih orang yang benar. Bagus. Itu baru mantan aku.

Hey putri kecil, sekarang kamu udah punya ksatria pelindung, tugas aku yang kemarin udah ada yang gantiin. Aku bebas tugas sekarang.

Yaudah, kamu baik-baik sama dia, aku mau berkelana lagi, mencari ke hutan terjauh, ke air terdalam, ke puncak tertinggi, aku mau cari seseorang lagi buat aku lindungin, buat aku sayangin, buat aku bikinin puisi, buat aku perjuangin sekeras yang aku mampu.

Sementara aku berjalan, kini waktu adalah sahabatku, ia yang perlahan membasuh luka yang pernah kamu buat, yang perlahan menghapus ingatan pahit, yang menyadarkan bahwa aku memang bukan ditakdirkan bersama pendua.

Senja selalu indah saat bersamamu, siang selalu hangat, bahkan jika aku menghabiskan malam denganmu, bintang selalu berkedip genit kepadamu. Aku pikir aku udah dapet yang sempurna, namun lagi, kamu bikin itu semua jadi semu.

Kamu, kalo suatu hari kita ketemu lagi, aku yakin kita punya banyak cerita hebat tentang masa ini, cerita kamu tentang aku, cerita aku tentang kamu dan.. Yaa.. cerita kamu tentang dia..

Suatu hari kita pasti akan ketemu lagi dan bercerita tentang itu. Maka, biarkan aku sekarang pergi, untuk mulai membuat cerita yang hebat juga dengan seseorang yang baik. Biarkan aku jauh, agar penaku menulis kisah yang luar biasa juga, supaya di kemudian kelak, saat kamu menceritakan hidupmu bersama dia, aku tidak hanya terpaku, melainkan tersenyum dan balik menceritakan kisah yang sama hebat.

Sampai jumpa, kamu. Sampai ketemu nanti ya, cuy. :)